Nyacak, Rek!

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Nikah Dengan Sepupu

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Bismillah..

Akhi/ Ukhti yang dirahmati Allah swt. Terkait dengan pertanyaan antum/ anti tentang hukum menikah dengan sepupu beberapa waktu yang lalu, maka jawaban saya adalah: BOLEH/ SAH.

klik di sini untuk penjelasan awal dari syariahonline.

Berikut ini penjelasannya:

Siapa-siapa yang dilarang menikahinya (muharromat/ mahrom) telah dijelaskan dalam Islam, baik disebutkan oleh Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Sehingga yang tidak disebutkan menjadi halal/ sah dinikahi. Cuma ADAT saja yang kadang melarang nikah dengan sepupu.

Ada 2 macam muharromat/ mahrom: yaitu yang diharamkan menikahinya selamanya dan yang diharamkan menikahi sementara:

Yang diharamkan selamanya ada 3 sebab, yaitu:

1. Karena nasab.

– Ibu kandung, nenek dan seterusnya ke atas.

– Anak pr kandung, cucu pr dan seterusnya ke bawah.

– Saudara pr sekandung, seayah saja atau se ibu saja.

– Bibi dari pihak ayah.

– Bibi dari pihak ibu.

– Anak pr saudara laki-laki ( jawa: keponakan).

– Anak pr saudara perempuan (jawa: keponakan).

2. Karena perkawinan.

– Ibu mertua, neneknya istri dan terus ke atas.

– Menantu pr (istrinya anak), istrinya cucu.

– Ibu tiri

– Anak tiri pr yang ibunya sudah digauli.

3. Karena se-susuan.

– Ibu susu, krn telah menyusuinya.

– Ibu dari yang menyusui.

– Anak dari ibu yang menyusui, krn menjadi saudara sesusuan.

Yang haram sementara diantaranya:

1. Saudara pr dari istri (ipar) haram dinikahi, tetapi jika istrinya mati, maka boleh menikahi adik/ kakak iparnya.

2. Istri orang lain/ wanita masih dalam iddah haram dinikahi, tetapi jika sudah janda maka boleh dinikahi.

3. Wanita yang sedang ihram haji haram dinikahi, jika ia selesai haji baru boleh dinikahi.

Orang-orang yang halal untuk dikawini disebutkan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

1.  Lajang (belum bersuami/ beristri).  “Kawinlah orang-orang yang tanpa teman hidup di kalangan kamu” [24:32]

2.  Janda.  “Tidak ada kesalahan atas kamu meminang perempuan-
perempuan (janda) dengan sindiran” [2:235]

3.  Ahli Kitab (Yahudi, Nasrani).  “.. dan menikahi perempuan-
perempuan yang diberi al-Kitab sebelum kamu” [5:5]

Catatan: Keputusan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor :
4/Munas VII/MUI/8/2005 Tentang Perkawinan Beda Agama telah
mengharamkan perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan ahli kitab.

4.  Hamba sahaya yang beriman.  “.ia boleh mengawini wanita-wanita beriman, dari budak-budak yang kamu miliki” [4:25]

5.  Anak tiri dari istri yang belum dicampuri.  “… dan (diharamkan
mengawini) anak-anak tiri dalam pemeliharaan kamu dari isteri-isteri yang telah kamu campuri – tapi jika kamu belum mencampuri mereka (istri), maka tidaklah bersalah atas kamu.” [4:23]

6.  Bekas istri anak angkat.  “tidak ada kesalahan atas orang-orang
mukmin dalam hal (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka.” [33:37]

7.  Wanita mukmin yang lari dari suami yang kafir.  “…dan tiada
kesalahan atas kamu untuk mengawini mereka (yang lari dari suami yang kafir), apabila kamu telah memberi mahar mereka.” [60:10]

Disamping orang-orang yang halal dikawini sebagaimana telah
dijelaskan di atas, Allah juga menetapkan adanya orang-orang yang
haram dikawini.  Berikut uraiannya:

1.  Yang enggan (tidak rela/ dipaksa).  “Hai orang-orang yang
beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai perempuan-perempuan dengan paksa” [4:19]

2.  Bekas istri ayah.  “Dan janganlah kamu kawini perempuan-
perempuan yang telah dikawini oleh ayahmu.” [4:22]

3.  Ibu, ayah, anak-anak perempuan, saudara-saudara perempuan,
saudara perempuan ayah, saudara perempuan ibu, dan anak-anak
perempuan saudara.  “Diharamkan atas kamu ibu-ibumu, anak-anak
perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara perempuan ayahmu, saudara perempuan ibumu, dan anak-anak perempuan saudara laki-laki maupun anak-anak perempuan saudara perempuanmu.” [4:23]

4.  Perempuan yang menyusukan, dan perempuan yang sepersusuan.  “. dan ibu-ibu yang menyusukan kamu, dan saudara-saudara perempuan kamu yang sepersusuan.” [4:23]

5.  Ibu mertua, dan anak-anak tiri yang ibunya sudah dicampuri.  “.
dan ibu-ibu istrimu, anak-anak tiri perempuanmu yang dalam
pemeliharaanmu dari istri-istrimu yang telah kamu campuri.” [4:23]

6.  Menantu.  “.dan istri-istri anak-anak kandungmu” [4:23]

7.  Dua kakak-beradik.  “.dan kamu himpunkan dua perempuan kakak- beradik” [4:23]

8.  Istri orang.  “Dan perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali
hamba sahaya yang kamu miliki.” [4:24]

Ayat di atas sekaligus menjadi dalil haramnya perempuan bersuami
lebih dari satu orang (“poliandri”).

9.  Pezina bagi yang bukan pezina.  “Laki-laki yang berzina tidak
mengawini kecuali perempuan yang berzina, atau perempuan yang
musyrik; dan perempuan yang berzina, tidak dikawini kecuali oleh
laki-laki yang berzina, atau laki-laki yang musyrik; yang demikian
itu diharamkan atas orang-orang beriman” [24:3]

10.  Yang keji bagi yang baik.  “Wanita-wanita yang keji adalah
untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk
wanita-wanita yang keji; wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-
laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita
yang baik.” [24:26]

11.  Yang telah ditalak (dicerai) dua kali, sampai ia (bekas istri)
kawin lagi dengan orang lain lalu bercerai.  “Jika dia
menceraikannya (setelah kali kedua), dia (isteri) tidak halal
baginya sesudah sampai dia kawin dengan laki-laki yang lain.” [2:230]

12.  Orang yang musyrik (yang menyekutukan selain Allah untuk
menetapkan sesuatu dalam agama).  “Janganlah mengawini perempuan- perempuan musyrik sampai mereka beriman; hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan yang musyrik walaupun dia menarik hatimu.  Dan janganlah mengawini laki-laki yang musyrik sebelum mereka beriman.  Hamba sahaya yang beriman adalah lebih baik daripada orang yang musyrik walaupun dia menarik hatimu” [2:221]

13.  Orang yang tidak percaya (kafir) kepada Allah dan Kitab-
Nya.  “Mereka (yang beriman) tidak halal bagi orang-orang kafir, dan
tidak juga orang-orang kafir itu halal bagi mereka” [60:10]

Wallaju a’lam bish showab.

Ali Ridlo

Filed under: Konsultasi, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kapan Yo?

Oktober 2008
S S R K J S M
    Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: