Nyacak, Rek!

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Pegawai Gabung Dg Koperasi Kantor

Dari: Triana Usman <three_edu@yahoo.com>

Assalamu’alaiukm.Wr.Wb.
Di kantor tempat kerja saya ada koperasi, dimana semua pegawai adalah anggotanya (sudah otomatis) dan setiap bulan di potong gaji untuk simpanan wajib koperasi. Yang ingin saya tanyakan, apa hukumnya gabung dengan koperasi, karena setau saya salah satu usahanya itu adalah pinjaman dengan sistem bunga? apa yang harus saya lakukan? mengingat saya (sebagai anggota) pasti mendapatkan bagi hasil rutin seperti SHU dll.
Trima kasih atas jawabannya…

Jawaban:

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillah Wassholatu Wassalamu ala Rasulillah.

Mohon ma’af sebelumnya kami sampaikan kepada Sdr Triana Usman atas lambatnya jawaban ini.

Permasalahan yang Saudara tanyakan mungkin dirasakan juga oleh pegawai yang lain.

Ada beberapa point terkait dengan bermasalahan saudara:

1. Jika koperasi di kantor yang anda ikuti memang benar-benar menerapkan sistem riba (bunga) dalam pinjam-meminjamnya, maka hukum bergabung dengan koperasi seperti itu adalah HARAM. Secara langsung atau tidak langsung anda telah mendukung praktek ribawi. Nabi saw pernah bersabada:

“ Allah mengutuk/ melaknat orang yang makan riba, pemberi riba, penulisnya dan saksi nya”.

2. Langkah yang perlu dilakukan:

– Jika keanggotaan koperasi itu wajib dan terkait dengan status kepegawaian saudara (jika anda keluar dari koperasi maka anda dipecat oleh kantor). Maka yang bisa ditempuh, anda datangi pimpinan koperasi atau atasnya lagi atau atasnya lagi terus, menganjurkan agar koperasinya diganti dengan sistem syari’ah. Kalau beliau-beliau tidak setuju, dan tetap bersikukuh dengan sistem ribanya, coba anda minta dispensasi khusus untuk tidak jadi anggota koperasi tapi tetap jadi pegawai.

– Jika saudara boleh keluar dari keanggotaan koperasi tapi dengan syarat, maka segera (secepatnya) penuhi syarat-syarat tsb kemudian langsung keluar. Istighfar kemudian uang SHU yang pernah saudara terima uang tsb disalurkan untuk kemaslahatan umum.

– Jika saudara boleh keluar dari keanggotaan koperasi tanpa syarat, maka segera (secepatnya) keluar. Lalu istighfar kemudian memilah-milah kira-kira berapa uang SHU yang masuk ke kantong kita. Lalu uang tsb disalurkan untuk kemaslahatan umum, beli tempat sampah untuk kampung, PJU, MCK, paving dll

– Jika masih juga tidak bisa, pilihan bagi saudara ada 3 : Pertama, anda minta mutasi ke kantor cabang lain yang masih ada kemungkinan di sana tidak ada koperasi ribawi nya, atau kalaupun ada, managemen di sana bisa dilobi untuk diganti sistemnya. Kedua, mencari peluang kerja di tempat lain yang “lebih steril” dari riba. Ketiga, tetap dalam kungkungan keanggotaan koperasi ribawi.

Wallahu a’lamu bishshawab.

Ali Ridlo

Filed under: Konsultasi, , ,

2 Responses

  1. peluang koperasi mengatakan:

    artikel yang menarik…

  2. peluang koperasi mengatakan:

    Blog yg bagus…. Good luck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kapan Yo?

Oktober 2008
S S R K J S M
    Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: